Tuesday, August 14, 2018
Home > Berita > Novel Bamukmin Mengaku Mendapat Banyak Teror

Novel Bamukmin Mengaku Mendapat Banyak Teror

Sekop Poker -Novel Bamukmin Mengaku Mendapat Banyak Teror setelah bersaksi di persidangan Basuki T Purnama (Ahok) dan menduga pihak lawanlah yang menerornya. Kuasa hukum Ahok meminta Novel tak hanya mengadu ke LPSK, tapi juga melapor ke pihak kepolisian.

“Sekalian aja melapor ke Mabes Polri. Jangan hanya ke LPSK. Supaya bisa dibongkar siapa yang melakukan ancaman kalau memang ada. Biar polisi melakukan penyelidikan,” ungkap kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna, Jumat (20/1/2017) malam.

Mendapat banyak ancaman setelah bersaksi di sidang Ahok, Novel rencananya melapor ke LPSK pada Senin (23/1) nanti. LPSK juga sudah menyatakan menunggu kedatangan Novel. Sirra membantah tuduhan pihaknyalah yang melakukan teror.

“Silakan saja kalau dia mau minta perlindungan LPSK, yang jelas tidak ada teror-meneror. Untuk apa kepentingan Ahok meneror? Kuasa hukum dan relawan juga nggak ada seperti itu. Mereka santun dan bisa menghargai sebuah perbedaan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota tim sukses Ahok di Pilgub DKI, Wibi Andriano. Ia membantah ada simpatisan atau relawan Ahok yang melakukan teror.

“Kita warga negara yang baik akan melakukan hal baik juga. Kita pastikan tidak ada (peneroran),” ujar Wibi saat dihubungi terpisah.

Agar tidak menimbulkan fitnah, politikus NasDem ini mengimbau Novel melaporkan peneroran terhadap dirinya kepada polisi, sehingga tidak menambah polemik yang ada.

Sebelumnya Novel mengaku akan mengadukan ancaman dan teror yang diterimanya setelah menjadi saksi di sidang Ahok. Ia mengatakan, pada BAP, tertera nomor handphone-nya dan dipegang oleh tim pengacara Ahok. Setelah itu, Novel mengaku mendapat teror hingga Kamis (19/1) malam.

“Teror bertubi-tubi. Saya melihat, begitu saya duduk di persidangan. Dari situ, BAP saya kan dipegang penasihat hukum Ahok. Hari itu juga saya langsung dapat teror. Ada SMS, telepon, WhatsApp,” urai Novel saat dihubungi detikcom, Jumat (20/1).

“Ada teror bercanda, kayak Fitsa Hats-lah. Ada kata-kata kasar. Teror nggak berhenti-berhenti. Ini penyerangan sistematis yang direncanakan. Nggak mungkin orang kita sendiri (yang melakukan teror). Yang jelas, kata-kata itu dari pihak lawan,” imbuhnya.

Info Ini Dipersembahkan Oleh : Situs Poker OnlinePoker Online Terpercaya