Monday, June 25, 2018
Home > Berita > Uang Cash Vs Kartu Kredit..

Uang Cash Vs Kartu Kredit..

Jakarta – Mudahnya pembelian produk elektronik melalui fasilitas kredit, baik melalui cicilan kartu kredit maupun cicilan secara tunai, mengharuskan Anda sebagai pembeli yang cerdas untuk bisa membandingkan kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut.

Ada beberapa hal yang sering dipertanyakan terkait metode pembelian secara kredit seperti itu. Pertama, apakah barang yang dibeli tersebut ditawarkan dengan harga yang rasional hingga cicilan lunas. Kedua, seberapa jauh orang memahami kelebihan dan kekurangan membeli perlengkapan elektronik dengan menggunakan cicilan kartu kredit atau melalui cicilan kredit secara tunai.

Untuk menjawab pertanyaan pertama, jawabannya sangat relatif, tergantung pada prioritas Anda dan bagaimana kemampuan finansial yang dimiliki. Banyak orang mengatakan, membeli secara kredit itu merugikan. Sebab ada biaya administrasi dan lain sebagainya. Bagi Anda yang memiliki kartu kredit, tak ada salahnya menyimak ulasan berikut ini.

Perhatikan Poin Penting Ini Jika Menggunakan Kartu Kredit
Pemegang kartu kredit kini diuntungkan dengan penyediaan fasilitas kredit yang diberikan sejumlah e-commerce. Ada penawaran cicilan kredit 0% hingga pemberian cashback/diskon. Selain e-commerce, banyak juga toko offline yang memberikan penawaran yang sama.

Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan membeli produk elektronik tanpa mengetahui asal-usul toko tersebut dengan jelas. Karena belum tentu apa yang sedang mereka promosikan itu benar adanya. Untuk itu, poin-poin penting berikut ini wajib Anda ketahui.

Berapa Limit Kartu Kredit yang Dimiliki?
Jangan terlalu serakah dalam membeli barang-barang konsumtif, seperti barang-barang elektronik, tanpa memperhatikan limit kartu kredit yang dimiliki. Ingat, bank penerbit kartu kredit akan menolak penggunaan kartu setelah mengetahui bahwa kartu Anda sudah over limit.

Bagaimana Mekanisme Pemotongan Limit yang Digunakan?
Soal pemotongan limit, bank biasanya menerapkan potongan sekaligus sesuai harga produk yang Anda beli. Atau juga bisa menambah limit sesuai dengan pembayaran cicilan. Misalnya, jumlah limit kartu kredit Anda Rp 10 juta. Kemudian Anda membeli barang dengan harga Rp 4 juta. Bank akan langsung mengunci jumlah yang dibelanjakan dan menyisakan limit dari selisih uang tersebut.

Selain itu, ada juga bank yang melakukan pemotongan limit, tetapi juga menambah limit tersebut sekaligus tergantung pada besaran cicilan yang dibayarkan.

Baca Juga :    Cara Gampang Kenali Bakat Anda
                      – Kaum “Jomblo” Adalah Kaum Paling Bahagia
                      – Mengenang “Om Telolet Om”

Bagaimana Mekanisme Cicilannya?
Untuk memastikan semua tagihan (tagihan normal + cicilan kredit) bisa dibayarkan, Anda harus mengetahui bagaimana nominal cicilan tersebut dibayarkan. Apakah dimasukkan dalam tagihan normal atau dimasukkan dalam pembayaran minimum?

Biasanya pembayaran minimum kartu kredit sebesar 10% dari tagihan normal. Tentunya Anda sudah tahu bagaimana risiko bayar tagihan kartu kredit dengan minimum payment. Apabila Anda belum tahu risikonya apalagi ditambah cicilan pembelian suatu barang, sebaiknya pertimbangkan dengan baik-baik. Salah-salah bisa punya utang seumur hidup.

Pilih Periode cicilan dengan tepat
Biasanya penerbit kartu kredit memberikan keleluasaan bagi nasabahnya untuk mengambil periode cicilan. Mulai dari 3-12 bulan. Agar tidak rugi, pilihlah periode cicilan yang paling sesuai dengan kondisi finansial Anda.

Perhatikan Poin Penting Ini Jika Membayar secara Cash
Berbeda dengan bayar cicilan lewat kartu kredit, pembayaran cicilan secara cash melalui perusahaan multifinance cenderung lebih ribet. Ada persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi, seperti KTP, Kartu Keluarga, dan lain sebagainya.

Jika Anda ingin mengajukan kredit dengan pembayaran secara cash, berikut ini beberapa poin penting yang wajib dipahami.

Perhatikan kualitas
Barang yang dijual toko yang Anda kunjungi harus diperhatikan kualitasnya. Utamakan memilih yang memberikan garansi resmi.

Baca perjanjian kredit seteliti mungkin
Bacalah perjanjian kredit dengan teliti sebelum Anda menyetujuinya. Perhatikan berapa bunga dan cicilan yang perlu dibayar dan aturan lainnya. Hal ini menghindari Anda untuk tidak terjebak pada hal yang dapat merugikan Anda.

Hitung seluruh biaya kredit
Mungkin bagi Anda yang memiliki riwayat finansial yang bagus dan tidak pernah ada masalah dengan lembaga keuangan manapun, poin-poin di atas dengan mudah bisa dipenuhi. Namun, ada juga kasus di mana seseorang ditolak dalam pengajuan kredit karena riwayat kreditnya yang tidak bagus. Bila Anda menemukan masalah seperti ini, sebaiknya perhatikan poin-poin berikut.

Nama anda tidak terdaftar di blacklist
Pastikan nama Anda tidak tercantum dalam daftar blacklist di perusahaan multifinance manapun. Kalau Anda sekarang masih mempunyai tunggakan, segera lunasi.

Lakukan Survei terlebih dahulu
Ingat, perusahaan pasti melakukan survei terlebih dahulu. Jadi, pada saat mengajukan kredit, beritahu pihak keluarga mengenai rencana Anda. Biasanya, pihak bank akan mewajibkan Anda untuk mengisi formulir yang harus menyertakan informasi salah satu kerabat atau anggota keluarga untuk keperluan konfirmasi.

Penuhi syarat pengajuan
Penuhilah syarat untuk pengajuan kredit yang ada agar pengajuan Anda diterima. Seperti uang muka minimal atau kelengkapan lainnya agar pengajuan kredit dapat disetujui.

Info Ini Dipersembahkan Oleh : Poker OnlinePoker Online Terpercaya